Kamis, 28 Juni 2012

Ketika Cinta BerLogika



Bila aku jatuh cinta
Aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
Menggema dunia ~ Nidji

Berjuta rasa orang jika sedang jatuh cinta. Rasa memabukan, segalanya tampak indah, atau dada terasa berdebar-debar ketika si-dia membalas tatapan kita dengan senyuman. Apakah anda juga merasakan hal demikian ketika sedang jatuh cinta.
Lalu bagaimana jika saya katakan bahwa jatuh cinta bukan merupakan pengalaman dari hati ke hati, tapi murni reaksi kimia dalam otak. Bahwa jatuh cinta adalah tentang otak yang merilis hormon testoteron yang diikuti campuran nuerotransmitter dopamin & oksitosin. Selain itu zat feniletilamin juga ikut serta dalam parade riuh mengikuti rilis testoteron, kesemuanya proses itu menciptakan kondisi, yang dikenal dengan jatuh cinta. Rasa bahagia, dan semua tampak indah. Ya seperti lirik lagu Nidji diatas, pokoknya serba sentimentil.
Zat feniletilamin seperti juga pada saat flu, membuat wajah memerah, telapak tangan, berkeringat, nafas makin berat bahkan sedikit kesemutan. Ciri-ciri jika orang sedang jatuh cinta.
‘Waahh… jadi selama ini, perasaan hati berbunga-bunga itu hasil kerja otak? Gak romantis lagi dong?’ Umm.. secara saintifik, hasil kajian dan evidance-nya emang kayak gitu.
Saya pun tergoncang juga pada awalnya. Gimana enggak puisi-puisi selama ini yang kurangkai setiap baitnya melalui suara dalam palung hati yang paling dalam, meraciknya dengan bumbu-bumbu rindu, serta dengan jiwa roman picisan (oke, gw lebay), tak lebih dari kerja otak? WTF..
Tapi juga sekaligus, saya juga dapat sedikit ‘pencerahan’ juga setelah mendapat kebenaran dari hal ini. Jadi waktu itu, ketika saya terasa deforce berlarut-larut dengan gagalnya hubungan asmara dan mulai susah move-on. Saya mengambil jalan saintis untuk mengatasinya. Yaitu saya mulai rajin mengkonsumsi buah dan sayur (apel, jeruk, bayam, tak lupa kangkung) yang dapat memicu bertambahnya hormon testoteron dalam tubuh. Jadi ketika testoteron saya mulai melimpah, ilmiahnya saya akan kembali mudah jatuh cinta lagi. Sukses move on.. (khusus alinea ini memuat fiksi ilmiah )
Kompromi Filsafat
Meskipun saat sekarang ini segala sisi seakan telah ‘terinvasi’ oleh sains. Tetapi bukanlah filsafat jika tak mampu mengirisnya menjadi hal yang berbeda tetapi tetap equal dan egalit.
Saya mengambil contoh bunga mawar. Secara ilmiah, kita dapat menyebutkan tiap bagian penyusun bunga mawar itu. Kadar air; warna pigmen; pola mahkota bunga; kandungan unsur nitrogen; apapun itu. Tapi secara filsafat kita tak bisa mengelak jika mawar itu simply memang indah. Bagi saya keajaiban tetaplah keajaiban. Untuk beberapa moment memang filsafat tampil paling dini, meskipun sains kemudian mengukapnya lebih holistik. kondisi ini memang sudah ada dalam gen kita
Sama halnya dengan perihal ketertarikan asmara. Dalam ranah sains ketertarikan kita terhadap tipe pasangan (ini bisa homo, atau hetero ) dibentuk oleh ‘gen’ dalam tubuh kita. Sebagian berasal bakat ‘gen’ yang diturunkan kepada kita, sebagian lagi memang karena kita berusaha mengubah asosiasi kita terhadap tipe pasangan. Ex : waktu itu saya berpikir jika gadis tidak terlalu tinggi dengan rambut panjang itu menarik oleh saya. Tetapi karena hoby nonton infotainment berita tentang Syahrini, asosiasi saya berubah. Kini saya tertarik dengan tipe perempuan dewasa dan matang seperti Olla Ramlan (#plinplan).
Menurut sains juga pada dasarnya ketertarikan kita terhadap pasangan pada warisan evolusi memang pada bentuk fisik pasangan. Ini saya setuju, tetapi tetap saja filsafat akan mendahului sains.
Jika diatas contohnya bunga mawar, mungkin kali ini uji materiilnya dengan si Penelope Cruz. Hayoo… lelaki mana yang tidak tertarik dengan perempuan sempurna seperti ini? Ah iya ini standart tipe ketertarikan dalam ‘gen’ saya yah! Varian lain dari tipe ‘gen’ pun banyak juga tentu saja.

Penelope Cruz (sumber fanpop.com) Kau begitu sempurnaa.. dimataku kau begitu indah














Nah, ketika ‘gen’ saya cocok dengan tipe Penelope Cruz tentu saja pada momentum awal filsafat lebih mendahului. Jadi tidak mungkin saat memandang wajah penelope saat itu juga saya mendudukan Penelope dalam kacamata sains. Seperti: gen orang Spanyol emang banyakan cakep, atau Penelope ini emergent, tidak mungkin saudara kandung Penelope Cruz bisa sesempurna dia karena campuran gen orangtuanya memang sempurna dan sulit mengulanginya.
Namun secara singkat filsafat, saya mengatakan jika si Penelope Cruz ini cantik, seksi, mempesona, menggairahkan, menyejukan, mee… (I was hallucinating.LOL.I’m not.LOL )
Yang mau komplain
Saya sadar sih catatan ini mungkin ada tidak tepat dalam bentuk istilah, penerangan reaksi, atau yang lainnya. Yah karena saya bikin catatan ini agak ngebut, karena belum bisa tidur juga. Jadi dipersilahkan saja untuk mengklarifikasi dan meluruskannya.
Nah, dan bagi anda yang percaya dan teguh bahwa tidak semua hal bisa diilmiahin, bahwa supranatural adalah benar-benar ada dengan merujuk jurnal-jurnal yang tidak ilmiah. Sebaiknya komplain jangan dialamatkan ke saya. Pertama, karena saya memang tidak percaya hal begituan. Dan, kedua saya juga termasuk awam soal sains, dan ilmu saya masih cetek.
Tetapi kabar gembiranya. Ada sebuah lembaga bernama JREF (James Randi Educational Foundation) yang memberikan tantangan memberikan 1 Juta Dollarkepada siapa aja yg bisa memberikan bukti ilmiah untuk kegiatan paranormal, hal-hal tentang supranatural, kejadian yg berbau mistik atau kekuatan tenaga dalam.
Lumayan banget kan? Daripada ke saya, yang gak ngasih apa-apa.

Yauda gitu aja deh, kurang lebihnya harap maklum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar